Tampilkan postingan dengan label Vintage Buildings & Historical Places. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vintage Buildings & Historical Places. Tampilkan semua postingan

5.11.18

Napak Tilas Proklamator di Wisma Ranggam


Salah satu tempat bersejarah di Muntok ini memang sengaja saya tulis ekslusif di satu postingan karena menurut saya tempat ini menjadi cikal bakal sejarah besar dan memiliki nilai historis yang tinggi. Letaknya sendiri gak jauh dari Museum Timah Bangka, serta letaknya strategis di pusta kota Muntok.
 
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"

 
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW).  Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.


Apa yang spesial dari tempat ini?

3.10.18

Tanjung Kalian, Saksi Bisu Perang Dunia II

Pantai yang terletak di ujung barat Pulau Bangka ini masih satu lokasi dengan dermaga Tanjung Kalian, Muntok. Sebelumnya tidak ada yang istimewa dari pantai/dermaga ini, sampai akhirnya kami menemukan bangunan setinggi 65 meter yang masih kokoh yaitu mercusuar. Dibangun oleh Belanda pada tahun 1862, mercusuar ini masih berfungsi sampai saat ini guna aktifitas pelayaran serta lampu navigasinya masih berfungsi 24 jam.


Tidak ada tiket masuk untuk menikmati kawasan pantai, tapi kalau mau naik mercusuarnya dikenakan biaya lima ribu rupiah. Perawatan yang dilakukan petugas setempat menurut saya sangat memuaskan, fasilitas umum seperti toilet dan musholla bersih, selain itu di tangga mercusuar banyak dipasang pengharum ruangan jadi apeknya gak berlebihan :) Yah meskipun banyak coretan vandalisme dari tangan-tangan gak bertanggung jawab.

30.9.18

Muntok bukan Sekedar Tempat Singgah

Menuju ke Bangka bisa melewati berbagai jalur ; dari Jakarta bisa langsung naik pesawat ke Pangkalpinang serta dari Palembang bisa naik kapal untuk berlabuh di Muntok, Bangka Barat. Opsi kedua adalah cara yang saya pilih!


How to get there?

Dari pusat kota Palembang (waktu itu saya posisi di Jembatan Ampera) bisa naik grab/gocar ke pool Damri Palembang dengan tarif sekitar Rp 35.000- 40.000, tapi waktu itu kita lagi-lagi naik Trans Musi yang murah meriah dengan titik awal Halte Monpera dengan pilihan jalur trans KM 12. Letak Damri nya sendiri ada di KM 9 dan untungnya dipinggir jalan, tidak perlu transit dan langsung ke tempat tujuan (harus sering-sering bertanya ke kernet ya kalo gamau salah arah).

11.9.18

One Day in : Palembang

Over excited menuliskan hara-huru perjalanan trip ke Sumatra. Trip ini memang sudah saya rancang lama dengan durasi perjalanan kurang lebih sembilan hari dan tembus ke tiga pulau dan dua provinsi. Tujuan pertama dari trip ini adalah singgah di Palembang untuk nonton Asian Games (momentum banget memang!) serta jalan-jalan di sekitar pusat Kota Palembang.


By the way dalam trip ini saya melakukan perjalanan darat laut angkasa aliasnya menggunakan transportasi darat, laut, dan udara. Dari Malang naik bis ke Surabaya, lalu naik pesawat ke Jakarta, lanjut kapal dan bis ke Palembang. Kok ribet amat? ya gapapa haha.

Dari Jakarta ke Palembang menggunakan Bis Pahala Kencana yang normalnya 250.000 rupiah, saya dapet dengan harga 207.000 via Traveloka. Ohya sekarang Traveloka udah bermitra sama beberapa bis jadi memudahkan untuk trip via darat selain kereta. Durasi perjalanan sekitar 17 jam dari Terminal Kalideres Jakarta menuju Palembang, awalnya bis katanya dateng jam 14.30 ternyata baru dateng jam 16.40 an, yoweslah gakpapa~

10.2.18

One Day in : Tidore

Sayang banget dong kalo sudah ke Ternate tapi nggak ke Tidore?


That's the point !

Meskipun sebenarnya banyak banget pulau-pulau eksotis di sekitar Ternate, tapi jangan sampai ga ke Tidore karena mereka berdua ini memang sudah soulmate huehe. Menuju ke Tidore bisa pakai kapal apa aja karena setiap waktu ada akses kapal ke sana, durasi nya sekitar 30-45 menit an lah. Setelah melewati Pulau Maitara barulah kita sampai di Pulau Tidore.

Luas Tidore cuma 48 km, untuk berkeliling pulau ini butuh waktu satu setengah jam saja! Selain itu memang Tidore lebih bersih daripada Ternte, bahkan pernah menyabet pengharaan kota kecil terbesih sampai delapan kali.

Jadi dengan waktu satu hari tempat apa aja yang bisa dijamah ?

Kedaton Ternate yang tak Bersultan

Sengaja mancing pakai laut-laut sebagai prolog kisah-kisah di Ternate biar netizen tau dulu kondisi geografisnya #halah. Salah satu yang paling saya suka ketika menjelajah suatu kawasan adalah menyelami budayanya, karena hal ini bakal bikin saya semakin kaya secara lahir maupun batin bukan secara materi. Saya bisa research langsung dan menikmatinya dengan mata kepala sendiri.

Terlepas dari laut-laut Ternate di postingan kemarin, kali ini saya bakal bagi heritage-nya yang jelas sangat kontras dengan heritage Jawa.

Kedaton Ternate sendiri merupakan peninggalan kerajaan islam pada abad penjajahan dulu, tau sendiri kan Ternate-Tidore tidak asing di telinga kita karena sejak sekolah dasar (SD) kita sudah dijejali sejarah kemerdekaan Indonesia. Kayanya bumi Maluku Utara ini akan rempah-rempah menjadi salah satu pintu masuk kolonel dan kawan-kawan penjajah lainnya lewat jalur laut Filipina. Selain itu Ternate-Tidore juga salah satu tempat tersebar pesatnya agama islam di Maluku, maka dari itu timbulah kerajaan Ternate dan Tidore guna meluluhlantakkan Portugis.


Nah, terus kenapa dinamakan kedaton? Apa bahasa "sana" nya keraton atau ada arti tersendiri?

17.12.17

Pegunungan Karst Rammang-Rammang

60 menit dari pusat Kota Makassar terdapat satu gugusan pegunungan karst yang menyabet gelar kawasan karst terbesar ketiga didunia, letaknya di Maros Sulawesi Selatan. Seperti sedang berada di habitat zaman purba yang kaya akan bebatuan besar dan eksotik, Rammang-Rammang juga menyuguhkan indahnya Teluk Bidadari di dalamnya.

Saya pribadi sangat senang menjelajah tempat baru karena seumur hidup baru kali ini melihat pegunungan karst secara langsung. Pernah baca di salah satu portal berita online bahwa kawasan Rammang-Rammang ini didaftarkan sebagai salah satu objek sejarah dunia, Indonesia bakal lebih kaya lagi setelahnya!

Belum berkesempatan untuk mengulik lebih dalam tentang kawasan ini, jadi baru bisa mengunjungi "bagian luarnya" aja. Mungkin lain kali akan kesini lagi untuk berburu matahari terbit di teluk bidadarinya.

28.10.17

Kali Pertama Menginjakkan Kaki di Makassar


Postingan kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman asyik di Makassar. Saya bener-bener excited menulis karena banyak banget hal baru yang saya temui di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.
Sesampainya di Bandara Sultan Hassanudin saya disambut hangat oleh Ardy dan Icul anak D'graph Makassar, selanjutnya dibawa ke sekretariatan mereka dan berkenalan dengan anak-anak D'graph serta UKM Foto UnHas yang mana mereka juga tergabung dengan Rumah Foto Makassar.

27.6.17

Eksplore Bandung : Citywalk !

Selonjoran di Bandung !
Tahun lalu saya memutuskan untuk ke Bandung (lagi) untuk berlibur karena dirasa masih banyak yang saya "penasari" dari Bandung, berangkat naik kereta dan turun di Stasiun Kiaracondong lanjut order Go-jek buat ke kontrakan mas saya di daerah Buahbatu yang emang sedang kuliah di kota bunga tersebut. Bedanya dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya bisa leluasa kesana kemari dari satu kabupaten ke kabupaten yang lain pake motor mas saya.

24.9.16

Main ke Surabaya !

Waaaaaaaaaaaaaaaaah ga kerasa banget sudah awal semester tiga!!

Liburan semesteran kemarin yang kurang lebih dua setengah bulan sangat produktif bagi saya. Lucky me bisa travelling ke Lumajang, Surabaya, Kediri, Tulungagung, Pacitan, Madura, Gresik, Malang Selatan, bahkan ke Bandung juga eheheheheh. Selain itu saya juga disibukkan sama kerja sih online shop tapi sok sok an ngomong nya kerja huahaha, tapi cukup menyita banyak waktu dan membuat hari-hari liburan saya lebih produktif. Niatnya sih liburan mau edit-edit video trus di upload ke YouTube sama blogging banyak-banyak, tapi ternyata banyak hal yang lebih asyik hehe.

Cerita kali ini tentang main-main kecil ke Surabaya sama dua temen SMA saya (Mega dan Nadiyah)  serta kakak dari Nadiyah (Mba Wenny) , jadilah kita berangkat dari Malang jam sepuluh-an karena saya ngaret buat ambil kamera dulu heheh.

9.7.16

Yogyakarta Ramai

Selamat berlibur panjang fellas ! By the way ini sudah situasi pra lebaran jadi pada lagi asyik-asyiknya untuk prepare mudik, bikin jajanan lebaran, atau bahkan ada yang masih ga ngapa-ngapa in kaya saya. Just like nothing to do all the time. 

Awal Mei lalu ada long weekend tanggal 5-6 dalam rangka kenaikan Yesus Kristus dan Isra' Miraj dan kebetulan banget jatuh pada hari Kamis-Jumat so long long weekend kan sampai Minggu. Biasanya di hari-hari yang long weekend kaya gini saya gak bakal mau diajak ngetrip apalagi ke kota-kota yang kondang karena pasti raaaame dan maaacet karena bukan tipe anak holiday banget anaknya.

2.7.16

About Malang : Masjid Tiban

Semenjak kuliah saya lebih banyak teman yang asalnya dari luar Malang (yaiyalah) dan salah satu problem yang lumayan sering saya temui adalah : temen minta ditunjukin arah kesini kesitu dan selalu saya jawab....... "eh aku ngga begitu ngerti Malang". Kan payah banget! Sampai akhirnya saya bersikeras selalu gali informasi entah lewat GPS atau teman yang tahu atau bahkan orang di jalanan.

Kasus ini muncul lagi ketika saya mau berangkat untuk tugas hunting fotografi ke Masjid Tiban di daerah Turen, Malang Selatan. Semua sudah santai tinggal berangkat tiba-tiba "loh.. tak kira kamu tau jalan, kan orang Malang asli....."

Hadeeeeh.

22.2.16

Nyandi di Jawa Tengah

NYANDI. It means nge-candi h h h. Yap setelah saya jalan-jalan kecil di Jogja gak jalan ding kan naik becak sorenya langsung lanjut ke Prambanan karena mama saya penasaran blom pernah kesana. Kita berangkat naik Trans Jogja dari Malioboro oper ke jalur Prambanan. Sebenernya dulu waktu KTS saya udah pernah kesini dan sekarang dapet kesempatan kesini lagi dan untungnya lagi syeeepiii karena sudah sore banget. Sebenernya saya ngebet banget waktu itu langit nya orens orens senja gimana gitu ehh ternyata mendung.

Kesempatan kali ini lebih banyak saya habiskan esklpor Prambanan sendirian dan u know trip kali ini gambar nya babak blur semua karna saya masih mencoba memahami how to use actiom camera well. Maklumin yaw

21.2.16

Jogja Istimewa Tenan

Desember 2015 kemarin saya berhasil ngajak Mama saya ke luar kota backpacker an sama saya wwkwkwkwkwkwkwkkw, adek saya juga join jadi kita backpackeran bertiga ke Jogja woooohooooooo !! Disetiap perjalanan saya pasti ada plus minusnya kan , plus nya saya gaperlu mikirin duit karena udah ada ATM berjalan dan minusnya tempat yang dikunjungi terbatas banget karena mereka ga mungkin se-nekat saya yakan yakan.

Kita berangkat dari Malang naik bis sekitar habis maghrib, berangkat ke Surabaya dulu terus oper deh ke Jogja. Sesampai nya di Jogja kita masih subuh dan ini pertama kalinya saya ke Jogja bener-bener sendiri sih biasanya pakai mobil sama keluarga atau naik Bis Pariwisata study tour gitu. Jadi ini kali pertamanya saya nail trans jogja juga wkwkwk shenang,

2.12.15

Singgah Batavia Singgah Pula Semarang

Setelah saya dan Riski main-main di Bandung dan sekitarnya dita cus ke Jakarta naik kereta. Sebenrenya kita ga ngelist destinasi sih dan kita ga ada tempat singgah di Jakarta so kita ke Masjid Istiqlal dan naruh carrier disana selanjutnya jalan-jalan sekitar aja sambil mau ketemuan sama Mba Sonia temen waktu ke Jerman bareng duluuuuu !! whoaaaa !!

Udah beberapa kali ke Jakarta sih dulu buat ngurus visa dan lain-lain tapi ga senekat ini dan kehadiranku ke Jakarta yang ketiga ini rasanya bener-bener keras gitu, Jakarta lagi nantang-nantangnya. Puanas banget bosss muaceettt sedihhh.

Dan ini juga pengalaman pertama naik KRL sih, murah enak adem wkwk. Emang dasarnya bocah kampuang

KRL BUOSSS

29.11.15

Bandung tuh ngangenin benget!

Asliii nulis post ini bikin kangen Bandung pake banget. Setiap sudut kotanya tuh ngangeeeninnnnnn hiks. Setelah saya main-main ke tangkuban perahu besoknya langsung keliling Bandung. Awalnya sih mau ketemuan sama temen yang ada di Bandung eh tiba-tiba dia gabisa, sedih banget... Akhirnya kita keliling-keliling Braga dan sekitarnya deh, ke Asia Afrika, Alun-Alun Bandung, Braga. Dan kebetulan banget waktu itu ada dubes China yang dateng dan jalan ditutup total buat pengendara transport , walhasil kita bisa foto-foto dengan khusyu' di daerah jalan merdeka. Horas !


28.3.15

Jember rasa NTB

Wawa senang.
Akhirnya setelah bertahun-tahun berteman dengan dua orang ini dari dunia maya akhirnya kita bisa main bareng di Jember. 

Ghea Safferina Adany- Mbak-mbak blogger yang istilahnya siapapun yang ngobrol sama dia bakal seneng sama dia. Menarik! Ndak pernah berhenti buat senyum dan keibuan. Kita berangkat bareng dari Malang dan itu pertemuan pertama kita. Ngomongin masa depan dan hal-hal yang berbau kehidupan sama embak yang satu ini seru sekali!

Talita Dinda - Mbak mbak blogger juga yang sekarang jadi artis Instagram. Embak yang kita tumpangi selagi kita di Jember. Embak yang satu ini guyonannya nyambung sama Wawa dan kentir nya ndak karuan. Mbak Talita juga selera musik nya memper-memper sama Wawa dan sering diajak ibunya nonton konser musik jazz.

Aku mah apa atuh

Hanya butiran kenangan dimasa lalu.

oposeh.

FYI saya dan Mbak Ghea naik bis dari malang, oper Malang Probolinggo - Probolinggo Jember. Destinasi awal setelah nginjek tanah Jember adalah Rumah Tembakau yang waktu itu gak sengaja kita lihat waktu naik angkot menuju rumah Mbak Talita , "itu apasih wa kok kayaknya bagus..."