Selepas dari postingan serial publik transpo kemarin, kali ini saya mau share tentang bagaimana melakukan perjalanan ala backpacker menuju that famous Raja Ampat. Sebelumnya, haruskah saya menulis dengan detail terkait program volunteering yang saya ikuti? Komen di postingan ini apabila iya, ya!
Postingan tips ini terkait biaya dan estimasi waktu, biasalah, budget khan jadi permasalahan utama kalau jalan-jalan!
Menuju Kabupaten Raja Ampat bisa melalui dua jalur ; udara dan laut. Terkait efektifitas jelas menang pesawat lah ya tapi dengan biaya pesawat (hampir) 5-6 kali lipat harga tiket kapal, ya meskipun durasi perjalanannya juga berkali-kali lipat. Naik kapal ke Raja Ampat? Why not! Via udara (dari Surabaya) 3 jam an, via kapal 4-5 hari. Detail fasilitas kapal bisa baca di postingan sebelum ini atau klik link dibawah paragraf ini ya lengkap dengan berbagai informasinya.
BACA JUGA : KM CIREMAI VS KM LABOBAR
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
26.3.19
5.11.18
Napak Tilas Proklamator di Wisma Ranggam
Salah satu tempat bersejarah di Muntok ini memang
sengaja saya tulis ekslusif di satu postingan karena menurut saya tempat ini
menjadi cikal bakal sejarah besar dan memiliki nilai historis yang tinggi.
Letaknya sendiri gak jauh dari Museum Timah Bangka, serta letaknya strategis di
pusta kota Muntok.
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW). Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW). Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.
29.7.18
Wedang Secang yang Merelaksasi
Huru-hara Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang saya rasa dari awal hanya sebagai penggugur kewajiban saja dan saya rasa cukup menjenuhkan ternyata semakin kesini semakin kerasa asyiknya. Memang, jenuh luar biasa,rasanya seperti dipenjara. Ternyata, selain kurang mendengarkan musik selama KKN, saya juga kurang pinkik heuheu.
Saat ini saya lagi KKN di Desa Leminggir, Mojokerto kurang lebih sebulanan. Untuk mengantisipasi kebosanan, sesekali saya main ke kota buat menghirup udara segar diluar Leminggir. Sampai suatu ketika butuh asupan rempah-rempah buat menyegarkan badan dan pikiran, kebetulan di Mojokerto sendiri ada wedang peninggalan Mojopahit yang biasa disebut Wedang Secang. Denger-denger sih, dulu wedang ini sebagai suguhan wajib untuk tamu-tamu kerajaan Mojopahit.
Minuman tradisinonal ini bisa dibilang mirip-mirip Wedang Uwuh yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk bahannya sendiri ada racikan rempah-rempah seperti serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun pala, dan bahan utamanya yang membuat wedang ini kemerah-merahan yaitu secang. Katanya wedang khas Trowulan Mojokerto ini khasiatnya sebagai penambah stamina tapi bagi saya pribadi bikin relaks dan seger di badan, seketika stress hilang haha.
Saat ini saya lagi KKN di Desa Leminggir, Mojokerto kurang lebih sebulanan. Untuk mengantisipasi kebosanan, sesekali saya main ke kota buat menghirup udara segar diluar Leminggir. Sampai suatu ketika butuh asupan rempah-rempah buat menyegarkan badan dan pikiran, kebetulan di Mojokerto sendiri ada wedang peninggalan Mojopahit yang biasa disebut Wedang Secang. Denger-denger sih, dulu wedang ini sebagai suguhan wajib untuk tamu-tamu kerajaan Mojopahit.
Minuman tradisinonal ini bisa dibilang mirip-mirip Wedang Uwuh yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk bahannya sendiri ada racikan rempah-rempah seperti serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun pala, dan bahan utamanya yang membuat wedang ini kemerah-merahan yaitu secang. Katanya wedang khas Trowulan Mojokerto ini khasiatnya sebagai penambah stamina tapi bagi saya pribadi bikin relaks dan seger di badan, seketika stress hilang haha.
20.12.17
Indonesia Maritime Challenge 2017
Saya sangat bersyukur hidup di zaman modern yang dapat mengubungkan satu dengan lainnya tanpa ada batas jarak dan waktu. Juli kemarin saya mengikuti salah satu ajang photo contest di Instagram yang diadakan oleh Maritime Chalenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan gak disangka-sangka bakal dapet juara! Yey! Hadiahnya free trip ke Gili Genting dan bonus ikutan rangkaian acara dari MC. Saya mau cerita sedikit sih plus-minus nya waktu disana, hehe.
17.12.17
Pegunungan Karst Rammang-Rammang
60 menit dari pusat Kota Makassar terdapat satu gugusan pegunungan karst yang menyabet gelar kawasan karst terbesar ketiga didunia, letaknya di Maros Sulawesi Selatan. Seperti sedang berada di habitat zaman purba yang kaya akan bebatuan besar dan eksotik, Rammang-Rammang juga menyuguhkan indahnya Teluk Bidadari di dalamnya.
Saya pribadi sangat senang menjelajah tempat baru karena seumur hidup baru kali ini melihat pegunungan karst secara langsung. Pernah baca di salah satu portal berita online bahwa kawasan Rammang-Rammang ini didaftarkan sebagai salah satu objek sejarah dunia, Indonesia bakal lebih kaya lagi setelahnya!
Belum berkesempatan untuk mengulik lebih dalam tentang kawasan ini, jadi baru bisa mengunjungi "bagian luarnya" aja. Mungkin lain kali akan kesini lagi untuk berburu matahari terbit di teluk bidadarinya.
Saya pribadi sangat senang menjelajah tempat baru karena seumur hidup baru kali ini melihat pegunungan karst secara langsung. Pernah baca di salah satu portal berita online bahwa kawasan Rammang-Rammang ini didaftarkan sebagai salah satu objek sejarah dunia, Indonesia bakal lebih kaya lagi setelahnya!
Belum berkesempatan untuk mengulik lebih dalam tentang kawasan ini, jadi baru bisa mengunjungi "bagian luarnya" aja. Mungkin lain kali akan kesini lagi untuk berburu matahari terbit di teluk bidadarinya.
28.10.17
Kali Pertama Menginjakkan Kaki di Makassar
Postingan kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman asyik
di Makassar. Saya bener-bener excited menulis karena banyak banget hal baru
yang saya temui di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.
Sesampainya di Bandara Sultan Hassanudin saya disambut hangat oleh Ardy dan Icul anak
D'graph Makassar, selanjutnya dibawa ke sekretariatan mereka dan berkenalan
dengan anak-anak D'graph serta UKM Foto UnHas yang mana mereka juga tergabung
dengan Rumah Foto Makassar.
15.10.17
Makan Enak di Makassar!
Beruntungnya sebelum saya terbang ke Ternate untuk mengikuti serangkaian acara Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) ke X bisa singgah di Makassar selama dua hari. Saya gak bakal menyia-nyiakan kesempatan ini karena Makassar adalah salah satu kota impian dari SMA, dan lucky me benar-benar bisa menginjakkan kaki disana!
Selain berkunjung ke beberapa tempat saya juga tidak akan melewatkan untuk mencicipi hidangan khas Kota Angin Mamiri ini. Yang terkenal dari Makassar adalah menu-menu makanan berat yang lengkap kandungan klestrolnya a.k.a tidak jauh-jauh dari daging bahkan jeroan sapi! Wew. Untuk saya yang tidak begitu doyan makanan berkolestrol tinggi mungkin kurang tertarik, tapi saya harus coba doonngg.
Tapi ternyata makanan disana tidak melulu soal daging, diantaranya yang udah pernah saya cobain adalah :
Selain berkunjung ke beberapa tempat saya juga tidak akan melewatkan untuk mencicipi hidangan khas Kota Angin Mamiri ini. Yang terkenal dari Makassar adalah menu-menu makanan berat yang lengkap kandungan klestrolnya a.k.a tidak jauh-jauh dari daging bahkan jeroan sapi! Wew. Untuk saya yang tidak begitu doyan makanan berkolestrol tinggi mungkin kurang tertarik, tapi saya harus coba doonngg.
Tapi ternyata makanan disana tidak melulu soal daging, diantaranya yang udah pernah saya cobain adalah :
28.9.17
One Day in : Bali Barat
Berkesempatan mengunjungi Banyuwangi di awal tahun 2017 ini membuat saya tidak menyia-nyiakan pulau dewata meskipun hanya setengah hari disana! Kok bisa ?
Dari banyuwangi naik motor dan nyebrang ke Bali cuma Rp 25.000 saja for two, nyebrang cuma sebentar kurang lebih tigapuluh menit dengan fasilitas yang mumpuni. Sampai di Bali Barat siang sekitar pukul 13.00, lalu apa saja yang bisa dilakukan setengah hari di Bali Barat ?
Taman Nasional Bali Barat
Taman Nasional Bali Barat emang luas banget dan ada dua pintu masuk yakni dari Gilimanuk dan Denpasar. Hanya sekitar 15 menit dari pelabuhan kita bisa berwisata edukasi di Taman Nasional Bali Barat dari pintu Gilimanuk. Sebenernya banyak banget yang bisa dikungjungi karena memang wadah bagi flora fauna serta terdapat berbagai ekosistem termasuk salah satu akses menuju Pulau Menjangan juga. Beruntungnya saat itu saya datang siang menjelang sore sehingga banyak binatang berkumpul untuk makan.
Dari banyuwangi naik motor dan nyebrang ke Bali cuma Rp 25.000 saja for two, nyebrang cuma sebentar kurang lebih tigapuluh menit dengan fasilitas yang mumpuni. Sampai di Bali Barat siang sekitar pukul 13.00, lalu apa saja yang bisa dilakukan setengah hari di Bali Barat ?
Taman Nasional Bali Barat
Taman Nasional Bali Barat emang luas banget dan ada dua pintu masuk yakni dari Gilimanuk dan Denpasar. Hanya sekitar 15 menit dari pelabuhan kita bisa berwisata edukasi di Taman Nasional Bali Barat dari pintu Gilimanuk. Sebenernya banyak banget yang bisa dikungjungi karena memang wadah bagi flora fauna serta terdapat berbagai ekosistem termasuk salah satu akses menuju Pulau Menjangan juga. Beruntungnya saat itu saya datang siang menjelang sore sehingga banyak binatang berkumpul untuk makan.
10.9.17
Eratnya Budaya Tiang Tengger
Tiang Tengger atau biasa di kenal dengan orang Tengger, merupakan sekumpulan masyarakat yang berada di daerah Gunung Bromo. Menurut sejarahnya suku Tengger diyakini merupakan keturunan terakhir kerajaan Majapahit, ketika masyarakat Hindu mulai terdesak oleh kedatangan agama Islam di Jawa mereka memutuskan untuk mengungsi ke wilayah Bali serta pedalaman Gunung Bromo dan Semeru. Nama “Tengger” sendiri berasal dari kedua nama leluhur sepasang suami istri Roro Anteng serta Joko Seger. Yang mana kata Tengger di ambil di akhiran nama Roro Anteng yaitu “Teng” dan Joko Seger yaitu “Ger” dimana mereka merupakan pemimpin terakhir Majapahit.
Masyarakat Tengger menempati kaki hingga pedalaman kawasan Bromo, Tengger
Semeru, tersebar mulai dari Probolinggo, Lumajang, Ranupane, Malang (Desa
Ngadas), hingga Pasuruan. Salah satu desa yang masih memegang teguh adat Tengger
ialah Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur, desa terakhir sebelum penanjakan Bromo via jalur
Nongkojajar. Mata pencaharian utama warga Desa Wonokitri adalah bercocok tanam,
berladang dan berternak. Mereka lebih banyak menaman sayuran seperti
wortel, kubis, dan kentang yang sesuai dengan suhu dataran tinggi Bromo. Wisatawan akan lebih sering menjumpai ternak babi
daripada ternak lainnya di desa yang mayoritas menganut agama Hindu ini.
8.9.17
Wajah Baru Kawah Ijen
8.8.17
Mencicipi Sate Asli Ponorogo
Selain kesenian reog Kota Ponorogo juga memiliki kearifan lokal yang dibangga-banggakan melalui kuliner yaitu sate asli Ponorogo. Di daerah Nologaten tepatnya gang sate terdapat salah satu yang paling terkenal di Ponorogo yaitu Sate H. Tukri Sobikun sampai-sampai menjadi langganan Presiden SBY bahkan Jokowi.
Pendirinya sendiri bernama Bapak H. Tukri dan saat ini warung sate sudah dipengang oleh generasi ke tiga turun temurun keluarga Tukri sehingga bisnis sate tersebut sudah berusia cukup tua dan eksistensinya masih kuat. Bahkan nggak harus ke Ponorogo untuk mencicip sate surga ini karena terdapat dua cabang di Madiun. Dengan uang tiga puluh ribu rupiah kalian bisa mendapatkan sepuluh tusuk sate dan kenyang seketika.
Yang membedakan dari sate yang biasa saya makan di Malang (biasanya sate madura) itu bumbunya lembut banget serta dagingnya pipih dan lebar. Pokoknya enak! Beruntungnya saat itu bisa melihat proses pembuatan sate nya langsung di dapur Sate H. Tukri Sobikun.
Pendirinya sendiri bernama Bapak H. Tukri dan saat ini warung sate sudah dipengang oleh generasi ke tiga turun temurun keluarga Tukri sehingga bisnis sate tersebut sudah berusia cukup tua dan eksistensinya masih kuat. Bahkan nggak harus ke Ponorogo untuk mencicip sate surga ini karena terdapat dua cabang di Madiun. Dengan uang tiga puluh ribu rupiah kalian bisa mendapatkan sepuluh tusuk sate dan kenyang seketika.
Yang membedakan dari sate yang biasa saya makan di Malang (biasanya sate madura) itu bumbunya lembut banget serta dagingnya pipih dan lebar. Pokoknya enak! Beruntungnya saat itu bisa melihat proses pembuatan sate nya langsung di dapur Sate H. Tukri Sobikun.
19.7.17
Ekplore Bandung : Ada Curug Warna Warni
Saya memutuskan untuk ke Padalarang pada hari ke tiga liburan saya di tanah pasundan ini. Kalau dilihat dari Maps jaraknya cukup jauh dari pusat kota, dan emang kita keburu mau ke Lembang juga alhasil ketika otw Padalarang kita menemukan curug di sekitar Cisarua dan memutuskan untuk singgah tanpa melanjutkan perjalanan ke Stone Garden Padalarang.
Saya belum pernah denger maupun mencari tau tentang air terjun dengan ketinggian 87 meter ini sebelumnya. Ternyata Curug Cimahi lebih kondang disebut dengan Curug Rainbow atau Curug Pelangi.
Sebelumnya saya pikir curug ini ketika air bertatapan dengan sinar akan menghasilkan pelangi seperti Coban Pelangi yang terletak di Malang namun ternyata salah, pemerintah setempat memberikan lampu hias di malam hari pada air terjun tersebut yang dapat berganti-ganti warna. Sayangnya pada saat itu saya berkunjung di pagi hari sehingga tidak dapat melihat sensasi pelanginya namun yang menarik dari curug ini adalah fasilitas view point yang sangat memadahi.
Saya belum pernah denger maupun mencari tau tentang air terjun dengan ketinggian 87 meter ini sebelumnya. Ternyata Curug Cimahi lebih kondang disebut dengan Curug Rainbow atau Curug Pelangi.
Sebelumnya saya pikir curug ini ketika air bertatapan dengan sinar akan menghasilkan pelangi seperti Coban Pelangi yang terletak di Malang namun ternyata salah, pemerintah setempat memberikan lampu hias di malam hari pada air terjun tersebut yang dapat berganti-ganti warna. Sayangnya pada saat itu saya berkunjung di pagi hari sehingga tidak dapat melihat sensasi pelanginya namun yang menarik dari curug ini adalah fasilitas view point yang sangat memadahi.
7.7.17
Eksplore Bandung : Berkunjung ke Ciwideuy
Ciwideuy atau Ciwidey yang merupakan salah satu kecamatan di selatan Bandung jadi kebanggaan melalui wisata alam yang iconic banget sama Bandung yakni Kawah Putih. Berjarak kurang lebih 50 kilometer dari Bandung kita bisa ke beberapa destinasi wisata yang ada di Ciwidey dan letaknya berdekatan. Untuk menuju ke Ciwidey sendiri memang cukup mudah apalagi kalo bawa kendaraan pribadi, tapi trasnportasi umum juga 'cukup' memadai.
Kawah Putih
Hal yang biasanya nomor satu dituju ketika menginjakan Bandung adalah fefotoan di 'lorong sendu' atau sekitaran Alun-Alun, ke Tangkuban Parahu, dan Kawah Putih. Entah kenapa Kawah Putih jadi iconic banget di Bandung, mungkin emang karena panoramanya yang bagus sehingga sering dipake syuting FTV ataupun video clip. Di era Instagram masa kini Kawah Putih juga cukup diminati karena emang Instagram-able haha.
Kawah Putih
Hal yang biasanya nomor satu dituju ketika menginjakan Bandung adalah fefotoan di 'lorong sendu' atau sekitaran Alun-Alun, ke Tangkuban Parahu, dan Kawah Putih. Entah kenapa Kawah Putih jadi iconic banget di Bandung, mungkin emang karena panoramanya yang bagus sehingga sering dipake syuting FTV ataupun video clip. Di era Instagram masa kini Kawah Putih juga cukup diminati karena emang Instagram-able haha.
27.6.17
Eksplore Bandung : Citywalk !
| Selonjoran di Bandung ! |
25.6.17
View Point Coban Tumpak Sewu
Lumajang akhir-akhir ini lagi menggembor-gemborkan wisata alamnya nih, satu persatu terfasilitasi dan ternyata Lumajang memang sangat kaya. Kabupaten yang masih termasuk kawasan Bromo Tengger Semeru ini punya banyak "wisata air" seperti Goa tetes dan banyak banget air terjun. Salah satu wisata yang dikelola dengan baik adalah Coban Tumpak sewu yang punya view point eksotis.
24.1.17
One Day in : Pacitan
Sekitaran Mei 2016 saya beserta teman-teman SMA main ke Pacitan dan beruntungnya ada rumah Nenek dari Ghazi yang memberi kita tumpangan untuk beberapa hari, Berangkat dari Malang kita motoran sejauh +- 241,1 KM (kata Mbah Google,sih).
24.9.16
Main ke Surabaya !
Waaaaaaaaaaaaaaaaah ga kerasa banget sudah awal semester tiga!!
Liburan semesteran kemarin yang kurang lebih dua setengah bulan sangat produktif bagi saya. Lucky me bisa travelling ke Lumajang, Surabaya, Kediri, Tulungagung, Pacitan, Madura, Gresik, Malang Selatan, bahkan ke Bandung juga eheheheheh. Selain itu saya juga disibukkan sama kerja sihonline shop tapi sok sok an ngomong nya kerja huahaha, tapi cukup menyita banyak waktu dan membuat hari-hari liburan saya lebih produktif. Niatnya sih liburan mau edit-edit video trus di upload ke YouTube sama blogging banyak-banyak, tapi ternyata banyak hal yang lebih asyik hehe.
Cerita kali ini tentang main-main kecil ke Surabaya sama dua temen SMA saya (Mega dan Nadiyah) serta kakak dari Nadiyah (Mba Wenny) , jadilah kita berangkat dari Malang jam sepuluh-an karena saya ngaret buat ambil kamera dulu heheh.
Liburan semesteran kemarin yang kurang lebih dua setengah bulan sangat produktif bagi saya. Lucky me bisa travelling ke Lumajang, Surabaya, Kediri, Tulungagung, Pacitan, Madura, Gresik, Malang Selatan, bahkan ke Bandung juga eheheheheh. Selain itu saya juga disibukkan sama kerja sih
Cerita kali ini tentang main-main kecil ke Surabaya sama dua temen SMA saya (Mega dan Nadiyah) serta kakak dari Nadiyah (Mba Wenny) , jadilah kita berangkat dari Malang jam sepuluh-an karena saya ngaret buat ambil kamera dulu heheh.
9.7.16
Yogyakarta Ramai
Awal Mei lalu ada long weekend tanggal 5-6 dalam rangka kenaikan Yesus Kristus dan Isra' Miraj dan kebetulan banget jatuh pada hari Kamis-Jumat so long long weekend kan sampai Minggu. Biasanya di hari-hari yang long weekend kaya gini saya gak bakal mau diajak ngetrip apalagi ke kota-kota yang kondang karena pasti raaaame dan maaacet karena bukan tipe anak holiday banget anaknya.
2.7.16
About Malang : Masjid Tiban
Semenjak kuliah saya lebih banyak teman yang asalnya dari luar Malang (yaiyalah) dan salah satu problem yang lumayan sering saya temui adalah : temen minta ditunjukin arah kesini kesitu dan selalu saya jawab....... "eh aku ngga begitu ngerti Malang". Kan payah banget! Sampai akhirnya saya bersikeras selalu gali informasi entah lewat GPS atau teman yang tahu atau bahkan orang di jalanan.
Kasus ini muncul lagi ketika saya mau berangkat untuk tugas hunting fotografi ke Masjid Tiban di daerah Turen, Malang Selatan. Semua sudah santai tinggal berangkat tiba-tiba "loh.. tak kira kamu tau jalan, kan orang Malang asli....."
Hadeeeeh.
Kasus ini muncul lagi ketika saya mau berangkat untuk tugas hunting fotografi ke Masjid Tiban di daerah Turen, Malang Selatan. Semua sudah santai tinggal berangkat tiba-tiba "loh.. tak kira kamu tau jalan, kan orang Malang asli....."
Hadeeeeh.
8.6.16
About Malang : Pantai Sendiki
Bicara tentang Pantai Malang yang nggak ada habis-habisnya.
Saya sendiri sebagai orang Malang asli bahkan masih belum begitu paham sama pantai-pantai di Malang karena setiap tahunnya nambah terus euy! Ada Batu Bengkung, Tamban, Sendiki, 3 Warna, Jogring Saloko, Banyu Anjlok, Modangan, Sipelot, Bolu-Bolu, Nganteb, Watu Pecah, dan masih banyak lagi lainnya. Hashhh banyak dan harus kesono semua biar jadi anak ngalam banget.
Kali ini saya dan kawan-kawan berangkat ke Sendiki secara tidak sengaja karena ngikut salah satu kelompok fotografi jurnalistik di kelas kami yang dapet lokasi di Sendiki. Senang sih jadi mahasiswi Ilmu Komunikasi soalnya disuruh jalan-jalan mulu!
Kita berangkat ber-banyak dari Malang sekitar jam 5 an dan sampai di Sendiki sekitar jam setengah 9 an, lama juga ya. Dan kayanya disaaat yang tidak begitu tepat soalnya hari sebelumnya daerah Sendiki hujan sooo tracknya sedikit simsalabim abakadabra.
Sebenarnya jalur nya biasa aja sampai suatu ketika kita sampai di.....
Saya sendiri sebagai orang Malang asli bahkan masih belum begitu paham sama pantai-pantai di Malang karena setiap tahunnya nambah terus euy! Ada Batu Bengkung, Tamban, Sendiki, 3 Warna, Jogring Saloko, Banyu Anjlok, Modangan, Sipelot, Bolu-Bolu, Nganteb, Watu Pecah, dan masih banyak lagi lainnya. Hashhh banyak dan harus kesono semua biar jadi anak ngalam banget.
Kali ini saya dan kawan-kawan berangkat ke Sendiki secara tidak sengaja karena ngikut salah satu kelompok fotografi jurnalistik di kelas kami yang dapet lokasi di Sendiki. Senang sih jadi mahasiswi Ilmu Komunikasi soalnya disuruh jalan-jalan mulu!
Kita berangkat ber-banyak dari Malang sekitar jam 5 an dan sampai di Sendiki sekitar jam setengah 9 an, lama juga ya. Dan kayanya disaaat yang tidak begitu tepat soalnya hari sebelumnya daerah Sendiki hujan sooo tracknya sedikit simsalabim abakadabra.
Sebenarnya jalur nya biasa aja sampai suatu ketika kita sampai di.....
Langganan:
Postingan (Atom)


