Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

5.8.20

Chill di Kaki Gunung Buthak Sirah Kencong, Wlingi Blitar

Gimana rek di masa pandemi gini? Masih sehat? Wes mulai bosen a? Mati Kutu? Sama huahahaaha! Setahun ini sama sekali ga melakukan perjalanan, tapi tenang, kalo di Jawa Timur sendiri liburan endek-endekan (re:jarak dekat-dekat aza) banyak destinasi yang bisa dikunjungi.

Beberapa waktu yang lalu saya udah kasih rekomendasi full tentang vihara yang bagus di area Wlingi, Blitar. Nah, ternyata selepas dari situ masih ada destinasi wisat yaa sekitar 12 kilometer lah yaa dari Vihara Bodhigiri. Namanya Perkebunan Sirah Kencong, kita bakal melewati pedesaa, perkebunan kopi, sampai Pabrik Greenfields. Kalo uda sampe ke area pabrik, itu berarti kamu uda deket sama lokasi Sirah Kencong. PT. Area ini masih masuk dalam kawasan Perkebunan Nusantara VII dan juga dikelola oleh PT setempat.

Perkebunan Sirah Kencong Blitar

Tiket masuknya cuma 5 rebo, waktu itu kesana uda sore jadi lumayan sepi dan suasananya syahdu, untung suda beli perbekalan di jalan jadi bisa langsung berpiknik!

Kita bisa naik-naik ke area puncak perkebunan tehnya dan bisa liat area Sirah Kencong dari atas, ada spot foto juga yaaa lumrahnya tempat wisata lah ya. Bagus ey ketika uda di puncak Sirah Kencong yang berada di ketinggian 1179 MDPL, keliatan pedesaan syahduu. Oya Perkebunan Sirah Kencong ini juga salah satu kawasan start untuk pendakian menuju Gunung Buthak.

View Dari Puncak Perkebunan Spot Foto Kekinian Heuu

Di area Sirah Kencong masih ada beberapa destinasi yang bisa dituju selain bisa ke perkebunan tehnya kita bisa ke air terjun sirah kencong juga. Dari area kebun teh, air terjunnya masih sekitar 7 kilometer. Gak jauh dari area perkebunan ada juga yang namanya Puncak Kejora, yaaa hehutanan gitu lah ya bisa liat view dari atas juga.

Nah, setelah uda keluar dari area Wlingi dan bergegas balik ke Malang di area jalan raya ada Soto Babat Cak Untunh yang wenaks. Saya kan anti perdagingan dan jeroan yah, tapi waktu itu akhirnya nyoba tapi yang daging karna gak ada toleransi buat jeroan wkwkw. Tapi emang seenak itu sih, khas nya waktu mau ngasih kecap pasti penjualnya membunyikan lonceng sapi jadi selalu bunyi kling kling kling kling.



Harga seporsinya Cuma 12.000 rupiah ya, lumayan lumintu jadi harus bersabar. Jam bukanya bada maghrib sampe sotonya abis, selamat mencoba!

 

26.6.19

About Malang : Santapan Legendaris Kota Malang Ronde Titoni

Saya ini penggemar nomer satu wedang jahe dan wedang-wedang nusantara lainnya, khususnya jahe sih cwintaaa banget. Apalagi kemarau ini Malang sedang dingin-dinginnya sampai-sampai suhu mencapai 16 derajat. Most wanted food di saat-saat seperti ini ya wewedangan yang bisa menghangatkan tubuh seketika serta relaksasi.

Di Malang sendiri sudah menjamur wedang-wedang nusantara seperti ronde, asngle, susu telor madu jahe (STMJ), dan tahwa. Favorit saya ya si bola tepung ketan berisi kacang dan gula merah alias wedang ronde. Nah kali ini saya akan ajak kalian buat nyicip hangatnya wedang ronde yang sudah melegenda di Malang : Ronde Titoni.

Ronde Titoni

17.6.19

Es Tambah Umur Surabaya

Ketika kembali dari Jawa Tengah kemarin saya singgah di Surabaya selama setengah hari dan langsung menjujug salah satu kedai es, cucok buat panasnya suroboyo di Hari Minggu!!

Es Coklat Tambah Umur Surabaya
Letaknya di daerah Simokerto Surabaya, Es Coklat Tambah Umur ini ternyata sudah ada sejak 1950 maka dari itu biasa disebut dengan "es coklat jadul". Rupanya kedai ini merupakan warisan turun temurun sejak pertama ada dan dikelola keluarga serta mempertahankan cita rasanya, saat ini sudah mencapai generasi yang ketiga. Untungnya tidak ada hari libur, jadi buat temen-temen yang lagi ke Surabaya bisa mampir dan nyicip es coklat jadul ini mulai dari jam setengah sembilan pagi sampai jam empat sore.

29.7.18

Wedang Secang yang Merelaksasi

Huru-hara Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang saya rasa dari awal hanya sebagai penggugur kewajiban saja dan saya rasa cukup menjenuhkan ternyata semakin kesini semakin kerasa asyiknya. Memang, jenuh luar biasa,rasanya seperti dipenjara. Ternyata, selain kurang mendengarkan musik selama KKN, saya juga kurang pinkik heuheu.

Saat ini saya lagi KKN di Desa Leminggir, Mojokerto kurang lebih sebulanan. Untuk mengantisipasi kebosanan, sesekali saya main ke kota buat menghirup udara segar diluar Leminggir. Sampai suatu ketika butuh asupan rempah-rempah buat menyegarkan badan dan pikiran, kebetulan di Mojokerto sendiri ada wedang peninggalan Mojopahit yang biasa disebut Wedang Secang. Denger-denger sih, dulu wedang ini sebagai suguhan wajib untuk tamu-tamu kerajaan Mojopahit.

Minuman tradisinonal ini bisa dibilang mirip-mirip Wedang Uwuh yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk bahannya sendiri ada racikan rempah-rempah seperti serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun pala, dan bahan utamanya yang membuat wedang ini kemerah-merahan yaitu secang. Katanya wedang khas Trowulan Mojokerto ini khasiatnya sebagai penambah stamina tapi bagi saya pribadi bikin relaks dan seger di badan, seketika stress hilang haha.


17.2.18

Memanjakan lidah di Banyuwangi

Sebenarnya sudah merancang postingan ini sedari Febuari tahun lalu setelah backpacking ke Banyuwangi, tapi tanpa disangka-sangka tahun ini balik ke sana dan bisa melengkapi pengalaman mencicipi secara langsung makanan-makanan endeus di Banyuwangi! Yippieeee! Lebih senangnya lagi pengalaman saya kali ini makanan-makanan ini tanpa diminta datang sendiri hehe, aliasnya dapet rejeki cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan rupiah.

Sepengalaman saya menjajal makanan-makanan di bumi blambangan ini bisa disimpulkan bahwa saya harus ke Banyuwangi sering-sering karena makanan khas nya buanyaak dan enaaaaak. Mulai dari kudapan, makanan berat, sampai minuman, mungkin sudah 75% yang sudah pernah bersentuhan dengan lidah saya hehe.

11.1.18

About Malang : Ke Malang tapi ga ke Bromo? Rugi!

Kalau kata pepatah banyak jalan menuju Roma, artinya dalam mencapai sesuatu masih banyak cara alternatifnya. Termasuk menuju ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terletak di empat kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.

Kaldera Bromo dari puncak kawah
Saya pribadi dari lahir sudah tinggal di Malang, dan baru merasakan berkunjung ke TNBTS sewaktu kelas satu SMA. Tapi kebanyakan orang Malang sendiri belum pernah main-main ke sini yang lebih terkenal sama Bromo nya. Saya sendiri lupa sudah berapa kali berkunjung karena selalu ada aja jalan untuk balik kesini, mengingat dari rumah saya via jalur Tumpang kalau ditempuh pakai motor cuma satu setengah jam saja. Bahkan saya pernah salam satu bulan tiga kali main-main kawasan ini, heu. 

23.12.17

Lima Hari di Gili Genting

Selepas dari cerita postingan Indonesia Maritime Challenge (IMC) kemarin saya mau rekomendasiin dua tempat yang emang ajib panoramanya. Gili Genting sendiri masih bagian dari Kabupaten Sumenep Madura. Kawasan ini sekarang lebih terkenal dengan sebutan "Pantai Sembilan" karena apabila dilihat dari udara pantainya membentuk angka sembilan, lebih rincinya lagi terletak di Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting.

Menuju tempat ini kita dapat melakukan perjalanan darat ke Sumenep yang berjarak kurang lebih 4 jam dari Jembatan Suramadu dilanjutkan menyeberang dari pelabuhan kecil di Sumenep yang menempuh waktu kurang lebih satu setengah jam dengan kapal berukuran sedang. Untuk harga dan akomodasi lainnya saya gak bisa share disini karena kemarin emang pure free dari IMC heuheu. Kalo kalian punya banyak waktu saat liburan atau memang ingin berlama-lama di Madura, bisa banget sekali dayung dua pulau terlampaui karena dari Gili Genting kita bisa lanjut ke Gili Labak.

Untuk panorama udah gausa diragukan lagi karena mulai dari matahari terbit sampai tenggelam ga ada yang ga asyik disini, mungkin kalo siang teriknya sedikit keterlaluan sih hehe tapi enak untuk bersantai dan tidur.

20.12.17

Indonesia Maritime Challenge 2017



Saya sangat bersyukur hidup di zaman modern yang dapat mengubungkan satu dengan lainnya tanpa ada batas jarak dan waktu. Juli kemarin saya mengikuti salah satu ajang photo contest di Instagram yang diadakan oleh Maritime Chalenge (MC) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan gak disangka-sangka bakal dapet juara! Yey! Hadiahnya free trip ke Gili Genting dan bonus ikutan rangkaian acara dari MC. Saya mau cerita sedikit sih plus-minus nya waktu disana, hehe.


28.9.17

One Day in : Bali Barat

Berkesempatan mengunjungi Banyuwangi di awal tahun 2017 ini membuat saya tidak menyia-nyiakan pulau dewata meskipun hanya setengah hari disana! Kok bisa ?

Dari banyuwangi naik motor dan nyebrang ke Bali cuma Rp 25.000 saja for two, nyebrang cuma sebentar kurang lebih tigapuluh menit dengan fasilitas yang mumpuni. Sampai di Bali Barat siang sekitar pukul 13.00, lalu apa saja yang bisa dilakukan setengah hari di Bali Barat ?

Taman Nasional Bali Barat
Taman Nasional Bali Barat emang luas banget dan ada dua pintu masuk yakni dari Gilimanuk dan Denpasar. Hanya sekitar 15 menit dari pelabuhan kita bisa berwisata edukasi di Taman Nasional Bali Barat dari pintu Gilimanuk. Sebenernya banyak banget yang bisa dikungjungi karena memang wadah bagi flora fauna serta terdapat berbagai ekosistem termasuk salah satu akses menuju Pulau Menjangan juga. Beruntungnya saat itu saya datang siang menjelang sore sehingga banyak binatang berkumpul untuk makan.

10.9.17

Eratnya Budaya Tiang Tengger

Tiang Tengger atau biasa di kenal dengan orang Tengger, merupakan sekumpulan masyarakat  yang berada di daerah Gunung Bromo.  Menurut sejarahnya suku Tengger diyakini merupakan keturunan terakhir kerajaan Majapahit, ketika masyarakat Hindu mulai terdesak oleh kedatangan agama Islam di Jawa mereka memutuskan untuk mengungsi ke wilayah Bali serta pedalaman Gunung Bromo dan Semeru. Nama “Tengger” sendiri berasal dari kedua nama leluhur sepasang suami istri Roro Anteng serta Joko Seger. Yang mana kata Tengger di ambil di akhiran nama Roro Anteng yaitu “Teng” dan Joko Seger yaitu “Ger” dimana mereka merupakan  pemimpin terakhir Majapahit.

Masyarakat  Tengger menempati kaki hingga pedalaman kawasan Bromo, Tengger Semeru, tersebar mulai dari Probolinggo, Lumajang, Ranupane, Malang (Desa Ngadas), hingga Pasuruan. Salah satu desa yang masih memegang teguh adat Tengger ialah Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur, desa terakhir sebelum penanjakan Bromo via jalur Nongkojajar. Mata pencaharian utama warga Desa Wonokitri adalah bercocok tanam, berladang dan berternak. Mereka lebih banyak menaman sayuran seperti wortel, kubis, dan kentang yang sesuai dengan suhu dataran tinggi Bromo. Wisatawan akan lebih sering menjumpai ternak babi daripada ternak lainnya di desa yang mayoritas menganut agama Hindu ini.

8.9.17

Wajah Baru Kawah Ijen


Terakhir ke Kawah Ijen sekitar tahun 2013 dan lucky me bisa kembali ke salah satu aset Indonesia lewat blue fire nya ini di awal tahun 2017! Baiknya trekking menuju kawah dengan ketinggian 2799 mdpl ini dinihari sekitar pukul 01.00-02.00 untuk bisa lihat api birunya, tapi waktu itu saya mulai trekking sekitar setengah empat-an jadi gadapet deh hehe.

6.9.17

Sunrise di Timur Pulau Jawa

Kota Banyuwangi yang terletak timur Pulau Jawa mendapat julukan sebagai Sunrise of Java karena memang kaya akan pantai yang rupawan. Selain itu Banyuwangi selalu punya event budaya yang melimpah setiap tahunnya, hal ini yang membuat Banyuwangi menjadi sasaran empuk bagi para wisatawan. Salah satu pantai yang terkenal di Banyuwangi adalah Pantai Boom, selain letaknya strategis karena hanya kurang lebih 20 menit dari pusat kota pantai ini juga terkenal akan event tahunan Tari Gandrung Sewu.

Pantai Boom sendiri sudah seperti tempat tongkrongan muda-mudi Banyuwangi sehingga tidak pernah sepi mulai dari sunrise hingga petangnya. Selain itu fasilitas sangat mumpuni dan juga didukung dengan tiket masuk yang pas dikantong yaitu lima ribu rupiah.

Baiknya mengunjungi pantai berpasir hitam ini ketika matahari terbit karena emang enak banget suasananya, bikin refresh pikiran !

8.8.17

Mencicipi Sate Asli Ponorogo

Selain kesenian reog Kota Ponorogo juga memiliki kearifan lokal yang dibangga-banggakan melalui kuliner yaitu sate asli Ponorogo. Di daerah Nologaten tepatnya gang sate terdapat salah satu yang paling terkenal di Ponorogo yaitu Sate H. Tukri Sobikun sampai-sampai menjadi langganan Presiden SBY bahkan Jokowi.

Pendirinya sendiri bernama Bapak H. Tukri dan saat ini warung sate sudah dipengang oleh generasi ke tiga turun temurun keluarga Tukri sehingga bisnis sate tersebut sudah berusia cukup tua dan eksistensinya masih kuat. Bahkan nggak harus ke Ponorogo untuk mencicip sate surga ini karena terdapat dua cabang di Madiun. Dengan uang tiga puluh ribu rupiah kalian bisa mendapatkan sepuluh tusuk sate dan kenyang seketika.

Yang membedakan dari sate yang biasa saya makan di Malang (biasanya sate madura) itu bumbunya lembut banget serta dagingnya pipih dan lebar. Pokoknya enak! Beruntungnya saat itu bisa melihat proses pembuatan sate nya langsung di dapur Sate H. Tukri Sobikun.

7.8.17

Pulau 1000 Kambing Gili Ketapang


Setahun belakangan Probolinggo dibuat kondang lewat salah satu tempat wisata baru yang ternyata memang eksotis bertajuk Gili Ketapang. Letaknya nggak jauh kok dari Pelabuhan Probolinggo, sedikit ke arah timur dari pelabuhan kita bisa naik perahu sekitar kurang lebih 30-45 menit menuju Gili yang terkenal dengan pulau 1000 kambing ini.

27.7.17

Bukit Jaddih Sebelum Terkelola

Instagram saat ini sedang jaya-jayanya dan jadi media paling efektif dalam menyebarkan informasi mulai dari tempat-tempat hits sampai wadah buat para pedagang online, termasuk saya sih haha. Hal ini yang menjadi banyak kawasan wisata apapun tidak sepi pengunjung serta mudah dalam mempublikasikan tempat yang ditawarkan, karena para wisatawan pasti mengunggah selfie dengan background panorama dimana mereka berada. Hal ini pula yang pada akhirnya dimanfaatkan sebagian dari pengelola official account traveling dalam berbagai kota termasuk akun seperti @eksploremadura , dan pada akhirnya salah satu wisata yang saat ini sedang naik daun adalah Bukit Jaddih Madura.

Bukit Jaddih madura sendiri adalah tempat penambangan kapur yang emang eksotis sih serba putih gitu, selain itu ada satu danau yang bewarna biru ditengah-tengahnya seperti KW-an nya Danau Kaolin di Belitong. Bukit ini menjadi primadona wisatawan yang sedang berkunjung ke Madura karena letaknya yang mudah di jangkau yaitu di daerah Bangkalan yang mana adalah Kabupaten yang terletak di selatan Pulau Madura.

29.6.17

About Malang : Pantai Jonggring Saloko


Kebiasaan menumpuk-numpuk draft blog mulai saya coba perbaiki melalui postingan ini, baru dua hari kemarin saya berkunjung ke salah satu pantai di daerah Donomulyo Malang dan ingin segera share lewat blog karena emang pantainya bagus banget!

Mungkin emang pantai ini belum banyak dijamah oleh pengunjung karena akomodasi jalan menuju ke pantai eksotis ini memang belum memadai, selain itu masih sangat minimnya plang atau arah penunjuk jalan sehingga kebanyakan wisatawan lebih memilih ke Pantai Ngliyep.

25.6.17

View Point Coban Tumpak Sewu


Lumajang akhir-akhir ini lagi menggembor-gemborkan wisata alamnya nih, satu persatu terfasilitasi dan ternyata Lumajang memang sangat kaya. Kabupaten yang masih termasuk kawasan Bromo Tengger Semeru ini punya banyak "wisata air" seperti Goa tetes dan banyak banget air terjun. Salah satu wisata yang dikelola dengan baik adalah Coban Tumpak sewu yang punya view point eksotis. 

24.1.17

One Day in : Pacitan


Pergi jauh dari rumah adalah hal yang sangat membuat saya refresh kembali, meskipun capek tapi gatau kenapa pergi jauh bikin otak saya beristirahat lebih dibandingkan saya tidak melakukan apa-apa di rumah.

Sekitaran Mei 2016 saya beserta teman-teman SMA main ke Pacitan dan beruntungnya ada rumah Nenek dari Ghazi yang memberi kita tumpangan untuk beberapa hari, Berangkat dari Malang kita motoran sejauh +- 241,1 KM (kata Mbah Google,sih). 

24.9.16

Main ke Surabaya !

Waaaaaaaaaaaaaaaaah ga kerasa banget sudah awal semester tiga!!

Liburan semesteran kemarin yang kurang lebih dua setengah bulan sangat produktif bagi saya. Lucky me bisa travelling ke Lumajang, Surabaya, Kediri, Tulungagung, Pacitan, Madura, Gresik, Malang Selatan, bahkan ke Bandung juga eheheheheh. Selain itu saya juga disibukkan sama kerja sih online shop tapi sok sok an ngomong nya kerja huahaha, tapi cukup menyita banyak waktu dan membuat hari-hari liburan saya lebih produktif. Niatnya sih liburan mau edit-edit video trus di upload ke YouTube sama blogging banyak-banyak, tapi ternyata banyak hal yang lebih asyik hehe.

Cerita kali ini tentang main-main kecil ke Surabaya sama dua temen SMA saya (Mega dan Nadiyah)  serta kakak dari Nadiyah (Mba Wenny) , jadilah kita berangkat dari Malang jam sepuluh-an karena saya ngaret buat ambil kamera dulu heheh.

20.4.16

Ranger Back To Nature (Pantai Gatra dan Pantai 3 Warna)

Yeay kali ini saya mau cerita masih seputaran PROJECT AIESEC nih. Kita ada satu project yang mengharuskan camping di pantai yuhuuuu. Lokasi kita saat itu di Pantai Gatra dan Pantai 3 Warna Malang, yang saat itu lagi hits-hits nya seantero jagad Instagram -_-.

Team kali ini tetep sama Dream School Project dan team kami cuma ada 1 cowok bayangkan betapa strong nya kita angkat-angkat mulai dari tenda sampai makanan minuman dan segalanya dengan tracking yang serba berledok.

Kita berangkat ke Malang Selatan naik trcuk wkwk udah pada protes aja itu bule-bule.

wkwkwkwk