Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan

24.1.17

One Day in : Pacitan


Pergi jauh dari rumah adalah hal yang sangat membuat saya refresh kembali, meskipun capek tapi gatau kenapa pergi jauh bikin otak saya beristirahat lebih dibandingkan saya tidak melakukan apa-apa di rumah.

Sekitaran Mei 2016 saya beserta teman-teman SMA main ke Pacitan dan beruntungnya ada rumah Nenek dari Ghazi yang memberi kita tumpangan untuk beberapa hari, Berangkat dari Malang kita motoran sejauh +- 241,1 KM (kata Mbah Google,sih). 

5.5.14

Hidden Treasure in Pacitan (Banyutibo Beach)

Selamat datang bulan Mei, saya mau melanjutkan sharing perjalanan saya di pacitan kemarin, ceritanya ini episode yang bersambung.

Pacitan, kota di pojokan jawa timur sukses bikin saya cukup melongo dengan keindahan pantai-pantainya yang punya ombak ganazh. Sebelumnya saya udah share perjalanan saya ke Pantai Klayar, sekarang saya mau share perjalanan saya ke Pantai Banyutibo yang rupanya belum banyak orang yang tau menahu *kibash rambut*
Kalo Banyutibo sendiri itu air terjun yang langsung lepas ke laut, dan istihimehewaan dari banyutibo ini ke-toscaan-nya dan bertemunya dua ombak membentuk sesuatu yang bisa bunyi SPLASHH!
istimewa..........................



wiwiwiiiiiiii

5.4.14

Hidden treasure in Pacitan (Klayar)

 Ngetrip dadakan ini sungguh terkesan nekat . Saya berangkat sabtu sore sepulang sekolah sama partner saya naik bis dari Malang. Naik bis nya pun ngga langsung malang- pacitan, kita oper-oper Malang-Surabaya, Surabaya-Ponorogo,Ponorogo-Pacitan. Kalau ditotal-total lamanya Malang-Pacitan sekitar10 jam. Iya . 10 jam duduk di bis.
Sampai di pacitan sekitar jam 8 pagi dan terminalnya sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget.

Selanjutnya kita langsung mandi dan makan, sambil saya makan riski cari persewaan sepeda motor.
 The journey just started, persewaan motor di terminal sepeda nya lagi dipake anaknya yang punya buat ngapel. ehm, ooke, ehm, gapapa. Lalu mas-mas yang motornya mau kita sewa yang udah kita sms hari sebelumnya ga jawab-jawab dan di telp ga diangkat. uhm, okee. gapapa lagi. Selanjutnya ada seorang bapak ditempat kita beli soto menawarkan diri buat nganter riski cari rental motor , wuaaah Tuhan selalu bersama para backpacker. Dan ketika dia balik ternyata cuma ada 1 motor terahir waktu dia dateng dan dibawa pergi sama orang duluan, Ehm, ooooooooooooooooooke, gggggggaaapapaaa.