Belitung memang makin melesat popularitasnya sejak adanya Laskar Pelangi, sungkem ke Mas Andrea Hirata yang berhasil meninggikan martabat dan potensi kampung halamannya sendiri. Pulau ini sudah jadi wishlist saya sejak di SMA dulu, sok-sok itung budget dan itinerary tapi baru terwujud ketika memasuki semester tujuh ini.
Sekarang banyak paket tur dan travel menuju Belitung, bisa dibilang sih liburan kalian bergengsi kalo udah kesini hehe. Tapi saya tetep dengan travelling ala sebelum-sebelumya : backpacker-an! Sebelumnya saya sudah terlebih dahulu ke Bangka terus nyebrang pakai kapal cepat ke Belitung. Untuk kapal Bangka-Belitung PP jadwalnya nggak setiap hari ya, baik kapal cepat maupun kapal ferry Express Bahari jurusan ini cuma Senin, Rabu, dan Jumat.
Destinasi-destinasi di Belitung sendiri juga banyak yang wellknown sehingga saya gak merekomendasikan rujukan-rujukan yang gimana-gimana, pasti sama aja sama yang direkomendasikan akun travelling maupun agen travel. Jadi tempat yang waktu itu saya kunjungi adalah :
Pantai-Pantai Belitung
Sebenarnya pantai dengan bebatuan besar gak cuma ada di Belitung, tapi di Bangka juga ada. Tapi hal ini kayanya sudah jadi identitas Belitung deh. Diantaranya yang pernah saya kunjungi Pantai Tanjung Pendam, Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, serta Tanjung Pendam. Batuan-batuan besar yang kita lihat di film laskar pelangi benar adanya, megah & besar. Ditambah warna lautan Belitung yang biru serta air lautnya yang bening.
5.12.18
8.11.18
Potensi Tersembunyi Kota Seribu Kue
Saya gak ngerti ini sudah postingan tentang Muntok yang keberapa, jelasnya kota kecil ini bener-bener bikin saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Emmmtalah.Gak melebih-lebihkan sih, tapi emang potensinya banyak banget meskipun masih jarang disinggahi pengujung karena letaknya yang jauh dari pusat Kota Bangka.
Sebelumnya saya juga gak tahu menahu tentang julukan ini, yang ternyata memang tercatat di MURI sejak tahun 2010. Diawali dnegan acara hari jadi Kota Muntok dan menyelenggarakan Festival 1000 Kue selama tiga hari, ternyata jenis kuenya mencapai 217 sehingga jadilah julukan ini dan telah diresmikan juga.
Kalau kita cuma denger 'konon katanya' dan sekedar julukan ya kurang seru dong? Setelah bertanya warga setempat dimana pusat kue-kue tersebut, kami langsung menuju TKP yaitu di sebrang Masjid Jami dan Klenteng yang menjadi landmark Kota Muntok ini, kebetulan banget bisa sekalian!
Kue-kuenya literally buanyak! Kecil-kecil juga harga rata-rata cuma seribuan, jadi bisa mencoba banyak macem. Sebenernya kuenya juga ada seperti jajanan pasar di Jawa, jadi yang saya coba yang bener-bener khas Muntok dan gada di daerah saya.
Sebelumnya saya juga gak tahu menahu tentang julukan ini, yang ternyata memang tercatat di MURI sejak tahun 2010. Diawali dnegan acara hari jadi Kota Muntok dan menyelenggarakan Festival 1000 Kue selama tiga hari, ternyata jenis kuenya mencapai 217 sehingga jadilah julukan ini dan telah diresmikan juga.
Kalau kita cuma denger 'konon katanya' dan sekedar julukan ya kurang seru dong? Setelah bertanya warga setempat dimana pusat kue-kue tersebut, kami langsung menuju TKP yaitu di sebrang Masjid Jami dan Klenteng yang menjadi landmark Kota Muntok ini, kebetulan banget bisa sekalian!
Kue-kuenya literally buanyak! Kecil-kecil juga harga rata-rata cuma seribuan, jadi bisa mencoba banyak macem. Sebenernya kuenya juga ada seperti jajanan pasar di Jawa, jadi yang saya coba yang bener-bener khas Muntok dan gada di daerah saya.
5.11.18
Napak Tilas Proklamator di Wisma Ranggam
Salah satu tempat bersejarah di Muntok ini memang
sengaja saya tulis ekslusif di satu postingan karena menurut saya tempat ini
menjadi cikal bakal sejarah besar dan memiliki nilai historis yang tinggi.
Letaknya sendiri gak jauh dari Museum Timah Bangka, serta letaknya strategis di
pusta kota Muntok.
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW). Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW). Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.
Langganan:
Postingan (Atom)