Masyarakat Tengger menempati kaki hingga pedalaman kawasan Bromo, Tengger
Semeru, tersebar mulai dari Probolinggo, Lumajang, Ranupane, Malang (Desa
Ngadas), hingga Pasuruan. Salah satu desa yang masih memegang teguh adat Tengger
ialah Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur, desa terakhir sebelum penanjakan Bromo via jalur
Nongkojajar. Mata pencaharian utama warga Desa Wonokitri adalah bercocok tanam,
berladang dan berternak. Mereka lebih banyak menaman sayuran seperti
wortel, kubis, dan kentang yang sesuai dengan suhu dataran tinggi Bromo. Wisatawan akan lebih sering menjumpai ternak babi
daripada ternak lainnya di desa yang mayoritas menganut agama Hindu ini.
10.9.17
Eratnya Budaya Tiang Tengger
Tiang Tengger atau biasa di kenal dengan orang Tengger, merupakan sekumpulan masyarakat yang berada di daerah Gunung Bromo. Menurut sejarahnya suku Tengger diyakini merupakan keturunan terakhir kerajaan Majapahit, ketika masyarakat Hindu mulai terdesak oleh kedatangan agama Islam di Jawa mereka memutuskan untuk mengungsi ke wilayah Bali serta pedalaman Gunung Bromo dan Semeru. Nama “Tengger” sendiri berasal dari kedua nama leluhur sepasang suami istri Roro Anteng serta Joko Seger. Yang mana kata Tengger di ambil di akhiran nama Roro Anteng yaitu “Teng” dan Joko Seger yaitu “Ger” dimana mereka merupakan pemimpin terakhir Majapahit.
8.9.17
Wajah Baru Kawah Ijen
6.9.17
Sunrise di Timur Pulau Jawa
Kota Banyuwangi yang terletak timur Pulau Jawa mendapat julukan sebagai Sunrise of Java karena memang kaya akan pantai yang rupawan. Selain itu Banyuwangi selalu punya event budaya yang melimpah setiap tahunnya, hal ini yang membuat Banyuwangi menjadi sasaran empuk bagi para wisatawan. Salah satu pantai yang terkenal di Banyuwangi adalah Pantai Boom, selain letaknya strategis karena hanya kurang lebih 20 menit dari pusat kota pantai ini juga terkenal akan event tahunan Tari Gandrung Sewu.
Pantai Boom sendiri sudah seperti tempat tongkrongan muda-mudi Banyuwangi sehingga tidak pernah sepi mulai dari sunrise hingga petangnya. Selain itu fasilitas sangat mumpuni dan juga didukung dengan tiket masuk yang pas dikantong yaitu lima ribu rupiah.
Baiknya mengunjungi pantai berpasir hitam ini ketika matahari terbit karena emang enak banget suasananya, bikin refresh pikiran !
Pantai Boom sendiri sudah seperti tempat tongkrongan muda-mudi Banyuwangi sehingga tidak pernah sepi mulai dari sunrise hingga petangnya. Selain itu fasilitas sangat mumpuni dan juga didukung dengan tiket masuk yang pas dikantong yaitu lima ribu rupiah.
Baiknya mengunjungi pantai berpasir hitam ini ketika matahari terbit karena emang enak banget suasananya, bikin refresh pikiran !
Langganan:
Postingan (Atom)
