Tampilkan postingan dengan label Magelang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Magelang. Tampilkan semua postingan

23.12.20

Terfavorit tahun ini : Ngopi di atas Awan Silancur Highland!

 Berupaya buat melakukan “live blogging” saat travelling untuk meminimalisir kelupaan-kelupaan tapi nyatanya memang masih belom bisa yaa pemirsah haha. Tempo hari menulis tentang kerennya Nepal van Java alias Butuh Kaliangkrik Magelang, nah, lokasi yang satu ini engga seberapa jauh sama si Nepal Van Java dan masih satu kecamatan yaitu Silancur Highland. Bahkan, dua minggu lalu saya udah kesana lagi hahaha, terbukti dari kucing yang saya temui disana September lalu masih kecil dan kemarin kesana lagi dia udah mayan gede haha. Total udah tiga kali saya mengunjungi si Silancur ini.

Kenapa sih ke tempat yang sama berkali-kali?

Kalo bagi saya pribadi, travelling bukan seberapa banyak tempat yang kita kunjungi tapi kalo udah cocok yaa mau berkali-kali pun pasti akan saya jabanin buat menikmati suasana dan menyendiri. Kalo ga cocok atau ga worth it untuk dikunjungi lagi, tinggal cari destinasi lainnya. Simpel!

[caption id="attachment_3084" align="alignnone" width="1306"] Dat view! Silancur Highland~ Thank you timer yang turut mengabadikan momen ini meskipun miring.[/caption]

Nah, Silancur Highland ini salah satu tempat yang dari first impression-nya udah bikin saya geleng-geleng. Karena sebelumnya belum pernah dapet tempat untuk nyantai yang se epic ini dan mudah untuk dikunjungi. Berangkat jam lima pagi dari Kota Magelang, lalu cuma riding setengah jam an uda sampe disini. Bahkan, belum sampe ke tempatnya udah dapet view diatas awan dan bikin saya geleng-geleng. Indah banget cuiiii banget banget.

[caption id="attachment_3085" align="alignnone" width="980"] View di perjalanan~[/caption][caption id="attachment_3086" align="alignnone" width="1600"] The view lagiiii~[/caption][caption id="attachment_3087" align="alignnone" width="980"] Another view di perjalanan[/caption]

Info mendasarnya nih yaa, kalo dari Kota Magelang jaraknya sekitar 18 kilometer atau bisa ditempuh sekitar 30 menit menggunakan mobil ataupun motor tepatnya di Kecamatan Kaliangkrik. Bisa langsung tancap gas menuju basecamp Sumbing via Mangli ya.  Medan cukup enak, bahkan ketika menanjak pun enggak curam dan aspal mulus. Buka dari jam 5 pagi sampai matahari terbenam dengan tiket masuk 10.000 rupiah.

Sesampainya di Silancur Highland sekitar jam setengah enam, matahari baru muncul malu-malu tuh.  Untungnya saya kesini selalu weekday dan sepagi mungkin sehingga minim orang kemping, dapet view epic, dan juga minim wisatawan. Langsung cari deh tempat terbaik buat menikmati view, kalian bisa duduk menghadap lautan awan, perbukitan, ataupun view gunung sumbing. Kalo favorit saya sih jelas view gunung sumbing sembari nyeruput kopi pagi dan indomie. Puuufwerfect mowning!

[caption id="attachment_3089" align="alignnone" width="1200"] Met sarapan ol! Sederhana aja tapi nikmat alhamdulillah~[/caption][caption id="attachment_3088" align="alignnone" width="1600"] Selamat pagi Gunung Sumbing![/caption]

Sebenernya tempat apasih ini?

Bisa dibilang sih wisata swafoto yaa, banyak spot-spot foto dan juga jasa tukang foto. Banyak bebungaan, frame-frame dan tulisan-tulisan. Cuman ya itu tadi, view yang epic ditambah kita tahu kapan momen terbaik buat menikmati tempat ini jadi nilai plus bagi saya bukan sekedar tempat foto. Kalo mau camping bisa banget sewa tempat, tenda, dan perlengkapan camping lainnya. Gausa bawa bekal terlalu lebay karna warung-warung pun udah pada lengkap. Ohya, untuk toilet juga aman yaa jadi cocok buat kemping keluarga. Nih, monggo nikmati pemandanganyaaa~

[gallery columns="2" size="large" ids="3092,3091,3093,3095,3094,3090"]

Paling lama saya menghabiskan waktu disini kisaran 1,5 jam-an, ketika pengunjung mulai datang sa pamit mo pulaaang~ me time nya cukup buat recharging dan kembali ke kota hahaha. Plis harus banget jadi list kalian kalo ke Jawa Tengah ya!

31.10.20

Dusun Butuh Kaliangkrik, Nepal Van Javanya Magelang

Fyuh. Selepas dari Jogja saya melanjutkan perjalanan menuju Magelang, kota kecil yang juga sangat gak asing akan masa kecil saya. Cukup lama di Magelang dan gak berekspektasi bakal bisa berkunjung ke area-area untuk menyendiri. Eng ing eng, salah total dong, jangan ragukan keajaiban internet dan medsos. Ternyata ajibnya Magelang baru-baru ini mulai banyak diakui di wilayah pelancong Jawa Tengah dan sekitarnya khususnya kawasan Kaliangkrik. Lebih tepatnya lagi, kawasan Kaki Gunung Sumbing

Area Kaliangkrik bisa ditempuh dari tengah Kota Magelang kurang lebih 30-45 menit saja, tapi plis kalau kendaraan kalian gak memadai jangan coba-coba kesini ya curam batsss. Dusun Butuh Kaliangkrik yang mana juga merupakan salah satu basecamp pendakian menuju Gunung Sumbing via Magelang. Baru-baru ini area Dusun Kaliangkrik lumayan kondang lewat julukannya sebagai “Nepal Van Java” karena perkampungan padatnya dan juga pemandangan megahnya Gunung Sumbing dibaliknya. Memang sih terlihat lebih “Nepal” ketika foto/video dibidik lewat drone, indah banget! Tapi gada salahnya dong kalo kita kesana buat lihat lewat mata kepala sendiri hehe.

Beginilah kalau via drone
Berangkat menuju Kaliangkrik udah sore gitu sih jam empatan, ga expect bakal bisa lihat pemandangan yang gimana-gimana karna pasti udah deket sama petang. Kali ini gak sendiri, tapi sama mas karena kebetulan saya dan mas lagi sama-sama di Magelang. Jarang-jarang bro-sis ini bisa pergi bareng bahkan ketika di Malang sekalipun.

[caption id="attachment_3076" align="alignnone" width="1306"] Dari sisi tempat rahasiyaaa~[/caption][caption id="attachment_3080" align="alignnone" width="1600"] Tempat spot foto rangorang ft Gunung Sumbing yang ketutup kabut[/caption]

Memasuki kawasan Nepal Van Java kita cukup merogoh kocek 3000 rupiah saja tuntuk tiket masuk dan 2000 rupiah untuk biaya parkirnya. Beruntungnya sampai di Desa Butuh masih terang dan masih bisa ngelihat indahnya pemandangan sembari melipir ke tempat yang sepi karena di area tiket masuk dan seterusnya padat orang. Begitulah kalau kawasan udah viral yeu. Kita berdua langsung ambil gambar gak lama-lama lah, meskipun banyak yang enggak kebidik tapi emang sebagus itu! Desanya emang di atas awan!

[caption id="attachment_3078" align="alignnone" width="1600"] Beginilah~[/caption]

Setelah itu baru deh coba keliling area “Nepal Van Java”nya alias perkampungannya, terlihat Desa Butuh ini cukup kaget dalam pengelolaan wisatanya. Intinya warga sini belum begitu siap lah kalau desanya menjadi kawasan wisata dadakan terbukti dari minimnya warung dan tempat istirahat lainnya. Tapi ya gitu, ambience desanya masih sangat kental, warganya ramah-ramah banget. Kami berkeliling cukup singkat karena hari sudah mulai gelap.

[caption id="attachment_3079" align="alignnone" width="1600"] Mulai gelap dan berkabut~[/caption]

Ohya, medannya memang sebahaya itu sih buat yang pake matic, pikir-pikir lagi lah kalau kesana. Karena waktu turun udah gelap juga, kami berdua hampir blong rem sumpah gamau bayangin kejadian itu, untungnya akamsi setempat memang sigap dan dibagi tugas untuk selalu cek pengunjung ketika naik maupun turun. Setelah menunggu rem yang panas total, kami dianter akamsi sampai Pasar Kaliangkrik. Fyuhh~